Selasa, 13 Mei 2014

Pastel aka Jalankote

Sejak masih SMP, saya sudah belajar memilin kulit pastel, dikarenakan nenek saya dari pihak ayah, hampir setiap hari berjualan pastel ini. Jadi resep kulit pastel yang saya buat tentu saja resep warisan nenek.

Bahan untuk kulit sebenarnya sederhana saja. Sedikit minyak goreng yang dicampur dengan air secukupnya, ditambahi sejumput garam kemudian masukkan terigu, uleni sampai kalis atau tidak lengket ditangan. Maaf karena saya tidak punya takarannya. Setiap kali membuat kulit pastel, langsung saja mencampur - campur bahannya. Semua pakai takaran 'kira-kira'. Kalau isian pastel banyak, maka kulitnya pun dibuat agak banyak. Tinggal menambah atau mengurangi takaran air. Kalo terlanjur menumpahkan air agak banyak, yaaa terigunya ditambahin. 

Untuk kulit pastel ekonomis, saya gak pakai telur. Tapi kalo untuk yg non ekonomis, saya menambahkan 1 butir telur ayam. Takaran air disesuaikan. Garam bisa diganti dengan masako ayam / royco ayam.

Untuk isi pastel juga tergantung apa yang disediakan pasar tradisional di Ende. Karena pasar di sini hampir seperti pasar musiman. Kalo lagi musim sawi yaaa pasarnya dipenuhi dengan pedagang yang menjual sawi. Kalo lagi musim tomat, harga tomat pun menurun drastis.

Untuk isian pastel, tergantung dari harga. Untuk isian sayur tentu saja harganya lebih murah. Sedangkan yang ada tambahan daging, tentunya lebih mahal. Rata - rata harga berkisar dari Rp. 2.000 sampai dengan Rp. 5.000. 

Di Maumere, adik sepupu saya juga berjualan pastel ini. Resep sama seperti punya saya karena kami sama - sama belajar dan mendapat ilmu dari nenek yang sama. Hehehe.
Sekarang nenek sudah tiada, terkadang ada sedikit penyesalan karena dulu gak punya niat belajar membuat bakcang. Untunglah sekarang ada teman - teman dari grup yang bersedia membantu, membagi resepnya. 

Pastel yang saya buat punya sambal sendiri. Sambalnya cair, terbuat dari banyak bawang putih, cabe, saus tomat, gula, garam dan cuka masak. Jadi rasanya ada pedas, manis, asam, asin. 

Mengerjakan pastel dalam jumlah banyak, seorang diri gak ada yang bantu benar - benar suatu tantangan. Dari menyiapkan bahan isiannya sampai menggiling kulit pastel dan mencetak satu - satu. Dilanjutkan memberi isian dan memelintir pinggirannya. Terkadang kalo dipikir - pikir, harga jual dan capeknya gak seimbang. Hehehe.

Ini foto pastel bikinan saya, yang sudah tersusun rapi, siap digoreng dan hasilnya setelah digoreng. hmmm yummy...
Anak - anakku suka banget. Ini juga bisa menjadi salah satu cara menyiasati anak - anak yang tidak suka makan sayuran. 



Jumat, 02 Mei 2014

Sunflowers Bday Cake for Pipit

Buttercream flowers cake

Bday cake pesanan Mbak Ida untuk keponakannya, mbak Pipit. Temanya katanya terserah saya az. Jadi saya pilih Sunflowers Cake ini. Nonton di youtube teknik pembuatannya, kayaknya sich gampang. Maka...jadilah cake ini. Terima kasih untuk orderannya, Mbak... Happy bday mbak Pipit, WUATB yaaa

Jumat, 04 April 2014

Spongebob Bday Cake for Daffa

spongebob cake

Karena melihat hasil cake tema Spongebob kemarin, Mbak Ida pun memesan bday cake tema yang sama untuk cucu-nya. Cucu atau keponakan ya ? Entahlah...

Sudah menjadi komitmen saya untuk membuat personal cake, alias setiap cake untuk 1 pelanggan. Artinya 1 model cake hanya untuk 1 pelanggan ! Tema boleh sama, tapi model cake HARUS berbeda. Maka jadilah cake ini. Hmmm menurut orang rumah, spongebob yang kemarin lebih ceria. hahaha... 

Happy bday Daffa. WUATB...GBU and family...

Rabu, 02 April 2014

Spongebob Bday Cake

spongebob cake

Bday Cake pesanan Yunnie untuk putranya. Hasilnya bagus yaaa... hahaha banyak yang like di fb. Thanks for order, Nunnie... Happy bday Bayu...jadi anak baik, pintar, sehat, WUATB deh pokoknya. 

Rabu, 12 Maret 2014

Resep Cake Lapis Surabaya



Siapa yang gak tau cake Lapis Surabaya / spiku ? Walaupun sebenarnya sich menurut saya ada bedanya. Kalo lapis surabaya, lapisan coklatnya cuma diberi tambahan coklat pasta atau coklat bubuk. Sedangkan spiku, lapisan coklatnya diberi tambahan bumbu spiku / spikulas. 
Saya tipe orang yang tidak suka aroma spikulas, Jadi kalo diberi cake spiku, makannya dengan berat hati. Dibuang sayang karena makanan kalo dibuang, nolak rejeki namanya. 
Rasa bumbu spikulas kalo gak salah juga ada pada salah satu jenis kue kering. Orang Ende bilang "kue jeneti". 

Kembali ke Lapsur....
Ada banyak resep yang beredar. Dari resep yang katanya resep dari nenek moyang alias turun - temurun, sampe resep modifikasi untuk menghasilkan cake yang diinginkan. Tapi pada dasarnya cake ini menggunakan banyak kuning telur.

Ada yang 1 resep ( 3 lapisan ) menggunakan 1 1/2 papan kuning telur (45 kuning telur). Ada yang cuma 30 kuning telur. Hasil yang didapat untuk masing - masing resep tentu saja beda - beda.
Beberapa blogwalking saya menemukan ternyata ada juga resep Lapsur versi ekonomisnya. Yaaa tentu saja hasilnya beda dengan yang versi originalnya. Namanya juga ekonomis...orang ende bilang... mau cari murah. Hahaha

Kembali ke topik utama ! Beberapa kali menikmati cake Lapsur, saya merasa kurang sreg sama Lapsur yang versi originalnya. Karena cake yang dihasilkan cenderung lebih padat walaupun tetap lembut karena hanya menggunakan kuning telur. Menurut saya, jadi eneg kalo makan agak banyak. (rakus sich. hahaha) Akhirnya...saya berakhir di cari-mencari... Lapsur yang lebih spongy dan tentu saja tidak mengurangi segi rasanya.

Puji Tuhan akhirnya ketemu di salah satu blog mentor saya. Blognya mbak Ricke Indriani. Resep asli bisa dilihat disini. Terima kasih mbak, sudah bersedia berbagi resepnya. 

Berdasarkan review mbak Ricke, cake ini hasilnya lebih ringan dan spongy. Mungkin dikarenakan adanya penambahan putel dan cake emulsifier pada bahan pokoknya. 
Ok...langsung az ke resepnya yaaa...

LAPIS SURABAYA 
untuk 1 pan ukuran 24x24cm, 3 lapisan

Bahan :
30 kuning telur
6 putih telur
300 gr gula pasir
20 gr cake emulsifier
160 gr terigu
30 gr susu bubuk
25 gr maizena
300 gr mentega / butter, cairkan
1 sdm coklat pasta / 20 gr coklat bubuk (untuk lapisan coklatnya)

Cara membuat : menggunakan metode spongecake umumnya.
1. Telur, gula pasir, cake emulsifier, dikocok sampai mengembang dan kental berjejak.
2. Masukkan terigu, susu bubuk dan maizena yang sudah diayak. Campur dan aduk rata.
3. Tuang mentega yang dicairkan, aduk rata.
4. Bagi adonan menjadi 3 bagian sama banyaknya. Tuang ke dalam loyang Lapsur berukuran 24x24cm. Panggang sampai matang.
5. Untuk lapisan coklat, campur adonan dengan coklat pasta / coklat bubuk. 

Catatan : 
1. Gunakan mentega / butter dengan kualitas yang baik. Misalnya merk Wisman. 
2. Jika sdh matang, segera keluarkan cake dari loyang, balikkan, dinginkan.
3. Untuk olesan setiap lapisan, saya menggunakan campuran SKM dan margarin. 
4. Penggunaan cake emulsifier memang perlu karena telur yang didapat belum tentu telur dengan kualitas baik / masih fresh. 

Selamat mencoba...semoga sukses 

Selasa, 24 Desember 2013

Christmas Cake

Christmas cake ideas




Nataaalll !!! Om Santa !!!
Cake ini terinspirasi dari salah satu video di youtube. Memanfaatkan loyang cake berbentuk hati. Hiasannya menggunakan full buttercream. Thanks for order.

Senin, 01 Juli 2013

Puding Ikan Koi


Surprise untuk Oma ( panggilan kesayangan untuk Ibu Yuli Ladjajawa) di hari ulang tahunnya. Basicnya puding susu rasa leci. Untuk pewarnaan saya menggunakan teknik lukis. Puding dasar berwarna putih polos lalu diwarnai dengan menggunakan kuas kecil. Untuk pewarna saya menggunakan pewarna cair khusus makanan tentunya. 
Lalu diberi lengkeng kalengan dan cherry merah dan hijau.
Taaarrraaaa...., jadi deh.

Happy bday Oma Yuli, Oma yang baik hatinya. Saya pun ikut disayang. Hahaha... Tiap kali bertemu mesti dipeluk. Senangnya...

Oma Yuli ini sebenarnya ibu mertua dari sepupu saya yang cantik, Reni Diaz. Ah... semua sepupu saya cantik - cantik kok. Hahaha...